Kripto: Penipu Asal China Picu Pasar Gelap Telegram

Kripto: Penipu Asal China Picu Pasar Gelap Telegram

•

ltcreno –  Pada awal kemunculannya lebih dari satu dekade lalu, pasar gelap daring identik dengan dark web, teknologi anonimitas Tor, dan transaksi kripto yang sulit dilacak. Kombinasi ini memungkinkan perdagangan narkoba, senjata, dan barang ilegal bernilai miliaran dolar berlangsung tanpa sentuhan hukum.

Namun, situasi tersebut kini berubah drastis. Memasuki 2025, pelaku kejahatan siber tidak lagi bergantung pada infrastruktur rumit dark web. Mereka cukup memanfaatkan platform pesan instan yang longgar dalam moderasi, kegigihan membuka ulang akun setelah diblokir, serta jaringan pengguna berbahasa Mandarin.

Laporan terbaru dari Wired pada Selasa (23/12) mengungkap bahwa pasar gelap kripto terbesar saat ini justru beroperasi secara terbuka di Telegram. Ekosistem ini didominasi penipu kripto berbahasa Mandarin dan disebut sebagai yang terbesar sepanjang sejarah.

Analisis tersebut mengacu pada temuan perusahaan pelacak aset digital Elliptic. Menurut Elliptic, meskipun Telegram sempat menutup dua pasar besar pada awal 2025, dampaknya hanya bersifat sementara. Para pelaku dengan cepat membangun ulang kanal dan jaringan baru.

Saat ini, dua pasar teratas bernama Tudou Guarantee dan Xinbi Guarantee menjadi pusat aktivitas ilegal tersebut. Keduanya secara kolektif memfasilitasi transaksi senilai hampir 2 miliar dolar AS setiap bulan, atau setara sekitar Rp33,5 triliun.

Transaksi yang difasilitasi tidak terbatas pada pencucian uang kripto. Pasar ini juga memperdagangkan data curian, alat penipuan digital, situs investasi palsu, serta teknologi deepfake berbasis kecerdasan buatan. Seluruh layanan tersebut dijual secara sistematis layaknya platform e-commerce ilegal.

Selain kejahatan finansial, laporan itu juga mencatat adanya perdagangan jasa ilegal lain yang sangat serius. Di antaranya adalah layanan terkait perdagangan manusia, termasuk prostitusi remaja dan jasa ibu pengganti kehamilan, yang dipasarkan secara terselubung melalui kanal pesan.

Fenomena ini menunjukkan pergeseran besar dalam lanskap kejahatan siber global. Platform pesan instan kini menjadi infrastruktur utama pasar gelap kripto, menggantikan peran dark web yang sebelumnya dominan.

Ke depan, para peneliti menilai tantangan penegakan hukum akan semakin kompleks. Upaya penutupan akun semata tidak cukup, karena pelaku mampu beradaptasi cepat dan memanfaatkan celah regulasi lintas negara serta bahasa.

“Baca Juga : Pariwisata Berkualitas Didorong Lewat Wisata Minat Khusus”

Penipuan “Pig Butchering” Jadi Kejahatan Siber Kripto Paling Menguntungkan di Dunia

Penipuan romansa dan investasi kripto yang dikenal dengan istilah “pig butchering” berkembang pesat menjadi bentuk kejahatan siber paling menguntungkan secara global. Modus ini memadukan manipulasi emosional jangka panjang dengan skema investasi kripto palsu yang terorganisasi.

Sebagian besar operasi pig butchering dijalankan dari kompleks-kompleks di Asia Tenggara. Ribuan korban perdagangan manusia dipaksa bekerja sebagai operator penipuan, menargetkan korban lintas negara melalui aplikasi pesan dan media sosial.

Menurut data Federal Bureau of Investigation, penipuan ini menghasilkan sekitar 10 miliar dolar AS per tahun hanya dari korban di Amerika Serikat. Nilai tersebut menjadikannya salah satu sumber kerugian finansial terbesar akibat kejahatan siber global.

Pertumbuhan skema ini turut mendorong berkembangnya pasar pendukung penipuan kripto. Platform seperti Tudou Guarantee dan Xinbi Guarantee memperoleh keuntungan besar dengan menyediakan layanan pencucian uang, penukaran aset kripto, serta infrastruktur pembayaran bagi jaringan penipu.

Pasar-pasar tersebut tidak hanya memfasilitasi aliran dana hasil kejahatan. Mereka juga menjual layanan tambahan yang memperkuat skema penipuan, mulai dari akun palsu, data korban, hingga alat komunikasi terenkripsi.

Salah satu pendiri sekaligus kepala ilmuwan Elliptic, Tom Robinson, menegaskan skala fenomena ini. Ia menyebut tidak ada aktivitas kriminal berbasis kripto lain yang menandingi besarnya operasi pig butchering saat ini.

Menurut Robinson, ekosistem tersebut bukan sekadar pasar gelap daring terbesar pada masanya. Ia menilai jaringan ini sebagai zona perdagangan kriminal berbasis kripto terbesar sepanjang sejarah.

Sebagai perbandingan, pasar dark web legendaris AlphaBay pernah mendominasi perdagangan narkoba, data curian, dan alat peretasan. AlphaBay bahkan disebut oleh FBI memiliki skala sepuluh kali lipat lebih besar dibanding Silk Road, pasar narkoba dark web pertama.

Selama sekitar dua setengah tahun beroperasi, AlphaBay memfasilitasi transaksi lebih dari 1 miliar dolar AS. Angka tersebut kini terlihat kecil jika dibandingkan dengan volume bulanan pasar pig butchering yang mencapai miliaran dolar.

Perkembangan ini menandai perubahan besar dalam lanskap kejahatan siber global. Penipuan kripto berbasis hubungan personal dan pasar layanan pendukung kini melampaui model pasar gelap tradisional, baik dari sisi skala maupun dampak ekonomi.

Ke depan, para analis menilai penanganan kejahatan ini memerlukan pendekatan lintas negara. Penegakan hukum, perlindungan korban perdagangan manusia, serta pengawasan platform digital harus berjalan bersamaan untuk memutus rantai kejahatan tersebut.

“Baca Juga : Jakarta: Sejumlah Mal Tiadakan Kembang Api Tahun Baru”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

game perubahan gaya bermain pemain di era multiplayer modern