Prabowo Resmikan Lima Bendungan Senilai Rp9,79 Triliun untuk Perkuat Ketahanan Air
Presiden Prabowo Subianto meresmikan lima bendungan yang tersebar di sejumlah wilayah Indonesia dengan total nilai investasi pembangunan mencapai Rp9,79 triliun. Peresmian dilakukan secara serentak dengan pusat kegiatan berada di Bendungan Meninting, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, Jumat.
Presiden Prabowo mengatakan pembangunan infrastruktur bendungan membutuhkan waktu, biaya, serta sumber daya yang besar. Menurutnya, keberadaan bendungan menjadi bagian penting dalam memperkuat fondasi pembangunan nasional, terutama untuk mendukung kebutuhan masyarakat.
“Lima bendungan yang kita resmikan hari ini adalah investasi negara sekitar Rp9,79 triliun,” kata Prabowo dalam acara peresmian yang disiarkan melalui kanal YouTube Sekretariat Presiden.
Presiden menyampaikan rasa syukur atas selesainya pembangunan lima bendungan tersebut. Ia juga mengapresiasi kontribusi para pemimpin sebelumnya yang turut memulai dan melanjutkan pembangunan infrastruktur sumber daya air di Indonesia.
“Saya bersyukur bendungan ini bisa saya yang resmikan. Tetapi pendahulu-pendahulu saya semua berjasa,” ujar Prabowo.
Ia menegaskan pembangunan nasional harus berorientasi pada kepentingan rakyat. Menurutnya, setiap proyek strategis pemerintah harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan mendukung kemajuan bangsa.
Lima Bendungan Strategis Dukung Irigasi dan Ketersediaan Air
Kelima bendungan yang diresmikan pemerintah merupakan bagian dari pembangunan infrastruktur pengelolaan sumber daya air yang berlangsung sejak 2015 hingga 2025. Infrastruktur tersebut dibangun untuk meningkatkan ketahanan air, mendukung produktivitas pertanian, serta mengurangi risiko bencana hidrometeorologi.
Bendungan pertama yang diresmikan adalah Bendungan Meninting di Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat. Bendungan ini memiliki kapasitas tampungan mencapai 9,91 juta meter kubik dengan luas genangan 46,16 hektare.
Selain Meninting, pemerintah juga meresmikan Bendungan Keureuto di Kabupaten Aceh Utara, Aceh. Bendungan tersebut memiliki kapasitas tampungan terbesar dibandingkan empat bendungan lainnya, yakni mencapai 215,94 juta meter kubik dengan luas genangan 896,39 hektare.
Pemerintah juga meresmikan Bendungan Rukoh di Kabupaten Pidie, Aceh, yang memiliki kapasitas tampungan 128,65 juta meter kubik dengan luas genangan sekitar 700 hektare. Bendungan ini diharapkan mampu mendukung penyediaan air untuk kebutuhan pertanian dan masyarakat.
baca juga: Prabowo: Kita Sadar Banyak yang Nyusup ke MBG Untuk Jadi Maling
Bendungan Jlantah di Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, turut masuk dalam daftar infrastruktur yang diresmikan. Bendungan tersebut memiliki kapasitas tampungan 10,97 juta meter kubik dengan luas genangan 50 hektare.
Sementara itu, Bendungan Sidan di Kabupaten Gianyar, Bali, menjadi bendungan kelima yang diresmikan. Bendungan ini memiliki kapasitas tampungan 5,76 juta meter kubik dengan luas genangan 37,15 hektare.
Lima Bendungan Miliki Empat Fungsi Utama bagi Masyarakat
Secara keseluruhan, kelima bendungan tersebut memiliki empat fungsi utama yang berkaitan langsung dengan kebutuhan masyarakat. Fungsi tersebut meliputi penyediaan layanan irigasi, penyediaan air baku, pengendalian banjir, serta mendukung sektor energi.
Kementerian Pekerjaan Umum mencatat kelima bendungan mampu mendukung layanan irigasi dengan cakupan sekitar 39.540 hektare lahan pertanian. Kehadiran infrastruktur ini diharapkan meningkatkan produktivitas pertanian dan memperkuat ketahanan pangan nasional.
Selain irigasi, bendungan tersebut juga menyediakan air baku hingga 3,6 meter kubik per detik. Ketersediaan air ini menjadi faktor penting untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga, industri, serta aktivitas ekonomi masyarakat di sekitar wilayah bendungan.
Dari sisi mitigasi bencana, bendungan memiliki peran dalam mengendalikan potensi banjir, khususnya di wilayah hilir. Pengelolaan debit air yang lebih baik dapat membantu mengurangi dampak banjir saat terjadi peningkatan curah hujan.
Bendungan juga memiliki potensi mendukung penyediaan energi melalui pengembangan sumber energi terbarukan. Hal ini sejalan dengan upaya pemerintah memperkuat ketahanan energi nasional melalui pemanfaatan infrastruktur air.
Kementerian PU Sebut Bendungan Perkuat Kedaulatan Bangsa
Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo mengatakan pembangunan lima bendungan tersebut tidak hanya menghadirkan infrastruktur fisik, tetapi juga menjadi bagian dari strategi memperkuat kemandirian bangsa.
Menurut Dody, pembangunan bendungan mendukung agenda prioritas pemerintah, terutama dalam bidang ketahanan pangan, ketahanan energi, dan ketahanan air.
“Melalui lima bendungan ini, Bapak, Bapak telah mendorong kemandirian bangsa dalam mendukung Asta Cita Bapak, khususnya terkait dengan ketahanan pangan, ketahanan energi, dan ketahanan air,” kata Dody.
Ia menjelaskan pembangunan infrastruktur sumber daya air membutuhkan perencanaan panjang dan kerja sama berbagai pihak. Pemerintah akan terus melanjutkan pembangunan infrastruktur serupa untuk memperluas manfaat bagi masyarakat.
Peresmian lima bendungan ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah dalam memperkuat sistem pengelolaan air nasional. Dengan bertambahnya infrastruktur tersebut, pemerintah berharap kebutuhan air untuk pertanian, masyarakat, dan sektor ekonomi dapat semakin terpenuhi secara berkelanjutan.
Ke depan, keberadaan bendungan di berbagai daerah diharapkan mampu menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi lokal sekaligus memperkuat ketahanan Indonesia menghadapi tantangan perubahan iklim dan peningkatan kebutuhan sumber daya air.
baca juga: Prabowo minta aparat benahi diri, rakyat tak ingin korupsi dibiarkan




Leave a Reply