Menteri PANRB: Transformasi Birokrasi Butuh Karakter, Bukan Sekadar Teknologi
Transformasi birokrasi di Indonesia tidak bisa hanya bertumpu pada pemanfaatan teknologi digital dan pembaruan regulasi. Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Rini Widyantini menegaskan bahwa keberhasilan reformasi birokrasi juga bergantung pada karakter, pengalaman, integritas, dan keteladanan aparatur sipil negara (ASN) yang telah mengabdikan diri kepada bangsa.
Pernyataan tersebut disampaikan Rini saat menghadiri Musyawarah Nasional (Munas) XV sekaligus peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-64 Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) di Jakarta, Jumat (24/7). Menurutnya, pemerintah memang terus mempercepat reformasi birokrasi melalui digitalisasi layanan, pendekatan tematik, serta penguatan sistem manajemen ASN berbasis merit.
Namun, upaya tersebut tidak akan memberikan hasil maksimal apabila tidak dibarengi dengan nilai-nilai dasar yang selama ini diwariskan oleh para aparatur negara senior.
PWRI Didorong Menjadi Penjaga Nilai Pengabdian ASN
Rini menilai kemajuan birokrasi saat ini merupakan hasil dari dedikasi panjang para aparatur negara yang telah membangun fondasi pemerintahan Indonesia selama puluhan tahun. Karena itu, pengalaman dan keteladanan para ASN yang telah memasuki masa purnabakti tetap memiliki nilai strategis dalam mendukung transformasi birokrasi.
Menurutnya, para wredatama bukan hanya bagian dari sejarah birokrasi, tetapi juga sumber inspirasi bagi generasi ASN yang kini melanjutkan estafet pelayanan kepada masyarakat.
Ia menegaskan bahwa transformasi birokrasi bukan bertujuan mengganti nilai-nilai lama, melainkan melanjutkan serta memperkuat nilai dasar ASN BerAKHLAK yang telah menjadi budaya kerja aparatur negara.
Dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2023 tentang Aparatur Sipil Negara, para purnabakti dipandang sebagai teladan yang telah menjalankan fungsi ASN sebagai pelaksana kebijakan publik, pelayan masyarakat, sekaligus perekat persatuan bangsa.
Rini juga menyampaikan tiga harapan kepada keluarga besar PWRI agar tetap berkontribusi dalam pembangunan nasional.
baca juga: Polisi Selidiki Kematian Pria Bernama Sutrimo di Kebayoran Baru
Pertama, PWRI diharapkan terus menjaga nilai-nilai pengabdian ASN dengan membagikan pengalaman, integritas, serta keteladanan kepada aparatur yang masih aktif bertugas.
Kedua, organisasi tersebut diminta memperkuat perannya sebagai mitra strategis pemerintah. Pengalaman panjang para anggotanya dinilai dapat menjadi masukan berharga dalam penyusunan kebijakan publik serta penyempurnaan tata kelola pemerintahan.
Ketiga, PWRI diharapkan terus memperkuat persatuan bangsa melalui perannya sebagai penyejuk di tengah masyarakat sekaligus penyebar optimisme menuju Indonesia Emas 2045.
Penjabat Ketua Umum Pengurus Besar PWRI, Setyanto P. Santosa, menegaskan organisasinya akan terus menjadi wadah yang mempererat persaudaraan para purnabakti aparatur negara. Ia menyebut seluruh anggota PWRI memiliki kesamaan semangat pengabdian tanpa lagi dibatasi oleh asal instansi tempat mereka pernah bertugas.
Selain menekankan pentingnya kontribusi para wredatama, Rini juga mengingatkan bahwa negara memiliki kewajiban memberikan perlindungan kepada ASN setelah memasuki masa pensiun. Amanat tersebut telah diatur dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2023 tentang ASN melalui penyediaan jaminan pensiun dan jaminan hari tua sebagai bentuk penghargaan atas pengabdian mereka.
Menurut Rini, pengabdian seorang aparatur negara tidak berhenti ketika memasuki masa purnabakti. Pengalaman dan nilai-nilai yang dimiliki para ASN senior tetap dapat memberikan manfaat bagi pemerintahan maupun masyarakat melalui berbagai bentuk kontribusi baru.
Pesan tersebut mempertegas bahwa reformasi birokrasi Indonesia tidak hanya berorientasi pada digitalisasi layanan dan efisiensi organisasi. Pemerintah juga berupaya memastikan transformasi berlangsung dengan tetap menjaga integritas, budaya kerja, dan nilai-nilai pengabdian sebagai fondasi utama terciptanya birokrasi profesional, adaptif, dan dipercaya publik.
baca juga: MenPANRB: Sinergi-Kolaborasi kunci hadirkan layanan publik berkualitas




Leave a Reply