BNPP Matangkan Reaktivasi PLB Temajuk di Perbatasan

•

BNPP Matangkan Reaktivasi PLB Temajuk untuk Perkuat Konektivitas Perbatasan Indonesia-Malaysia

Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) RI terus mematangkan rencana pengaktifan kembali Pos Lintas Batas (PLB) Temajuk di Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat, yang terhubung dengan Telok Melano, Sarawak, Malaysia. Langkah ini menjadi bagian dari strategi pemerintah memperkuat konektivitas kawasan perbatasan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi, pariwisata, dan aktivitas sosial masyarakat di kedua negara.

Persiapan tersebut dibahas dalam rapat koordinasi bersama Badan Pengelola Perbatasan Daerah (BPPD) Provinsi Kalimantan Barat, pemerintah daerah, serta sejumlah kementerian dan lembaga terkait pada Jumat (24/7). BNPP menargetkan proses reaktivasi dapat diawali melalui agenda soft launching yang disusun secara terencana dan mendapat persetujuan kedua negara.

Proposal Soft Launching Jadi Dasar Reaktivasi PLB Temajuk

BNPP menjelaskan bahwa tahap awal reaktivasi PLB Temajuk dimulai dengan penyusunan proposal resmi. Dokumen tersebut akan disampaikan kepada Ketua Delegasi Indonesia dan Ketua Delegasi Malaysia sebagai acuan pelaksanaan pembukaan kembali jalur perlintasan Temajuk-Telok Melano.

Kepala Biro Perencanaan dan Kerja Sama BNPP RI, Budi Setyono, mengatakan proposal itu akan menjadi pedoman bersama dalam menyusun seluruh rangkaian kegiatan pembukaan kembali perlintasan lintas batas Indonesia-Malaysia.

Menurut Budi, persiapan yang matang diperlukan agar proses soft launching berjalan sesuai kesepakatan kedua negara dan mampu memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat di kawasan perbatasan.

Ia menjelaskan agenda utama yang direncanakan mencakup pelaksanaan soft launching sekaligus deklarasi resmi pembukaan kembali jalur perlintasan Temajuk-Telok Melano.

baca juga: Bandingkan dengan Eks Jampidsus, Hasto: Saya Diborgol dan Pakai Rompi

Acara tersebut akan ditandai dengan penandatanganan deklarasi bersama antara Indonesia dan Malaysia serta pelepasan pelintas pertama yang menggunakan cap resmi PLB sebagai simbol dimulainya kembali aktivitas lintas batas.

BNPP juga mengusulkan agar rangkaian acara dilengkapi dengan kegiatan sport tourism berupa lomba lari 5K dan pameran produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Kegiatan tersebut diharapkan mampu menarik partisipasi masyarakat dari kedua negara sekaligus meningkatkan aktivitas ekonomi lokal.

Budi menegaskan bahwa reaktivasi PLB Temajuk tidak hanya berfokus pada seremoni pembukaan. Pemerintah ingin menjadikan momentum tersebut sebagai sarana memperkuat sektor pariwisata, memperluas promosi produk unggulan daerah, serta mempererat hubungan sosial masyarakat di wilayah perbatasan.

Selain membahas agenda peluncuran, rapat koordinasi juga menerima sejumlah masukan teknis dari instansi terkait. Salah satu usulan datang dari Bea Cukai Sintete yang menginginkan penambahan fasilitas mesin X-Ray di PLB Temajuk.

Keberadaan mesin tersebut dinilai penting untuk memperkuat pengawasan lalu lintas barang sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan di pintu perbatasan. Fasilitas itu juga diharapkan mampu mendukung keamanan serta kelancaran aktivitas perdagangan lintas negara.

Pembahasan mengenai pengaktifan kembali PLB Temajuk-Telok Melano akan dilanjutkan dalam forum kerja sama sosial ekonomi Indonesia-Malaysia (Sosek Malindo) yang dijadwalkan berlangsung pada akhir Juli 2026.

BNPP optimistis koordinasi yang terus dilakukan bersama pemerintah daerah, kementerian, dan seluruh pemangku kepentingan dapat mempercepat realisasi pembukaan kembali jalur perlintasan tersebut.

PLB Temajuk dipandang memiliki peran strategis sebagai pintu penghubung Indonesia dan Malaysia di Kalimantan Barat. Selain memperlancar mobilitas masyarakat, keberadaan jalur lintas batas yang aktif juga berpotensi meningkatkan perdagangan, investasi, serta pengembangan destinasi wisata di kawasan perbatasan.

Rapat koordinasi tersebut dipimpin oleh Kepala Biro Perencanaan dan Kerja Sama BNPP RI Budi Setyono. Pertemuan turut dihadiri Kepala BPPD Kalimantan Barat, Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Kalimantan Barat, Dandim Sambas, Kepala BPPD Kabupaten Sambas, Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Sambas, Kepala PLBN Aruk, Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Kalimantan Barat, Lintas Komite Kerja Entikong, Kantor Imigrasi Sambas, serta Bea Cukai Sintete.

Apabila seluruh tahapan berjalan sesuai rencana dan memperoleh persetujuan kedua negara, reaktivasi PLB Temajuk-Telok Melano diharapkan menjadi penggerak baru bagi konektivitas perbatasan Indonesia-Malaysia sekaligus membuka peluang ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat setempat.

baca juga: BNPP: PLBN Seimanggaris membuka akses ke Koridor Ekonomi BIMP-EAGA

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

game perubahan gaya bermain pemain di era multiplayer modern