ltcreno.com –1.000 prajurit TNI Angkatan Darat dari Batalyon Komposit Gardapati (Yonkomposit 1/GP) menggelar latihan tempur di wilayah Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau, Rabu (22/10). Latihan ini merupakan bagian dari agenda tahunan TNI AD untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan kemampuan tempur prajurit di wilayah perbatasan.
Komandan Yonkomposit 1/GP, Letkol Infanteri Muchamad Ricky Prawiratama, mengatakan latihan berlangsung di sejumlah titik strategis, termasuk area perbukitan dan pesisir pantai Natuna. Latihan tersebut mencakup manuver taktis, latihan menembak, hingga simulasi serangan udara-darat menggunakan amunisi daya ledak tinggi.
“Kami melatih prajurit agar siap menghadapi ancaman di berbagai medan operasi, terutama di kawasan strategis seperti Natuna,” ujarnya. Ricky menegaskan kegiatan ini merupakan latihan rutin yang menekankan profesionalisme dan keselamatan prajurit maupun masyarakat sekitar.
“Baca juga : Negara dengan Sistem Pertahanan Udara Terkuat 2025”
Warga Diminta Waspada dan Menghindari Area Latihan
Letkol Ricky mengimbau masyarakat Natuna untuk tidak beraktivitas di luar ruangan selama latihan berlangsung, terutama di wilayah yang berdekatan dengan lokasi penembakan. Hal ini dilakukan demi menjaga keselamatan warga karena latihan menggunakan peluru tajam dengan daya ledak tinggi.
“Latihan menggunakan peluru kaliber besar. Kami minta warga sementara waktu menjauh dari area latihan untuk keamanan bersama,” katanya. Ia memastikan seluruh prosedur keselamatan sudah diterapkan, termasuk pemasangan rambu peringatan dan penjagaan ketat oleh prajurit di lapangan.
TNI juga bekerja sama dengan pemerintah daerah dan aparat kepolisian untuk mengatur lalu lintas dan aktivitas masyarakat di sekitar lokasi latihan agar tidak terjadi gangguan atau kecelakaan.
Latihan Natuna Perkuat Pertahanan di Wilayah Perbatasan
Latihan militer di Natuna memiliki arti strategis bagi pertahanan nasional. Kabupaten Natuna terletak di perbatasan utara Indonesia, berhadapan langsung dengan Laut China Selatan, yang menjadi jalur perdagangan internasional sekaligus wilayah dengan dinamika keamanan tinggi.
Menurut data Kementerian Pertahanan, latihan seperti ini bertujuan memperkuat pengawasan maritim dan kesiapan tempur TNI di garis depan. Selain itu, latihan ini juga menjadi bentuk penegasan kedaulatan Indonesia atas wilayah perbatasan laut yang sering menjadi titik rawan pelanggaran.
Dengan keterlibatan ribuan prajurit, latihan TNI AD di Natuna menunjukkan keseriusan pemerintah dalam menjaga stabilitas kawasan dan menegakkan kedaulatan negara.
“Ini bukan hanya latihan rutin, tapi juga bentuk komitmen kami melindungi wilayah NKRI,” tegas Letkol Ricky.
TNI AD Kerahkan Rudal Starstreak dan MLRS Astros II untuk Latihan Antar Kecabangan di Natuna
Latihan militer besar-besaran TNI Angkatan Darat (TNI AD) kembali digelar di Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau, setelah hampir delapan tahun vakum. Latihan ini terakhir dilakukan pada tahun 2016 melalui Latihan Antar Kecabangan (Ancab) dan dilanjutkan pada 2017 dalam Latgab PPRC TNI. Tahun ini, latihan kembali digelar dengan skala lebih besar dan melibatkan hampir 1.000 prajurit.
Kepala Penerangan Kodam I/Bukit Barisan, Letkol Inf Faizal Rudianto, menjelaskan latihan antar kecabangan kali ini diikuti oleh 968 personel. Mereka akan menjalani latihan dalam beberapa tahap dengan melibatkan berbagai kecabangan di tubuh TNI AD, mulai dari infanteri, artileri medan, arhanud, hingga zeni tempur.
“Latihan antar kecabangan merupakan latihan puncak TNI AD yang memperkuat kesiapan tempur lintas satuan,” ujar Faizal, Selasa (21/10). Ia menambahkan, kegiatan ini menunjukkan komitmen TNI AD menjaga kedaulatan wilayah NKRI, terutama di wilayah strategis seperti Natuna dan Laut Natuna Utara.
TNI AD juga akan menggunakan Alutsista modern, di antaranya rudal Starstreak milik Artileri Pertahanan Udara (Arhanud) dan Multiple Launch Rocket System (MLRS) Astros II MK 6 milik Artileri Medan (Armed). Kedua sistem senjata tersebut memiliki kemampuan tembak jarak jauh dan daya ledak tinggi, sehingga latihan dilakukan dengan pengamanan ketat di sekitar area latihan.
Faizal menegaskan, TNI telah melakukan sosialisasi kepada masyarakat sekitar untuk menjaga keselamatan selama latihan berlangsung. Ia menyebut warga menyambut positif kegiatan tersebut dan bahkan ikut membantu persiapan area latihan, seperti pembangunan menara pengamatan dan pos komando taktis.
Selain kegiatan tempur, Yonkomposit 1/Gardapati juga akan menggelar bakti sosial berupa pengobatan gratis dan pembagian sembako kepada warga yang terdampak. “Kegiatan ini menjadi bukti bahwa TNI hadir tidak hanya menjaga pertahanan, tetapi juga memperkuat hubungan dengan rakyat,” kata Faizal.
Latihan di Natuna tahun ini tidak hanya menjadi ajang uji kemampuan tempur, tetapi juga simbol kesiapan TNI AD dalam menghadapi dinamika keamanan regional dan komitmen mempertahankan kedaulatan Indonesia di wilayah perbatasan utara.




Leave a Reply