Waymo Kritik Teknologi Tesla, Soroti Sistem Autopilot

•

Waymo Kritik Pendekatan Teknologi Otonom Tesla

Waymo menilai penggunaan kamera saja belum cukup untuk membangun kendaraan yang mampu mengemudi secara otonom dengan aman dalam skala besar. Pernyataan tersebut secara tidak langsung menyasar Tesla yang mengembangkan sistem swakemudinya dengan mengandalkan kamera sebagai sumber utama data.

Perdebatan mengenai teknologi sensor menjadi salah satu isu penting dalam pengembangan kendaraan otonom. Waymo memilih pendekatan berbeda dengan menggabungkan kamera, LiDAR, dan radar untuk membaca kondisi lingkungan secara lebih menyeluruh.

Waymo Nilai Kamera Saja Belum Cukup untuk Otonomi Penuh

Wakil Presiden Perangkat Lunak Onboard Waymo, Srikanth Thirumalai, menyampaikan pandangannya melalui tulisan di blog perusahaan. Ia menilai pengalaman kendaraan Waymo di jalan raya memberikan bukti mengenai pentingnya sistem sensor yang berlapis.

Menurut Thirumalai, armada kendaraan otonom Waymo telah menempuh lebih dari 200 juta mil atau sekitar 320 juta kilometer dalam kondisi dunia nyata. Data tersebut menjadi dasar bagi perusahaan untuk mempertahankan penggunaan berbagai jenis sensor.

“Kamera memang luar biasa, tetapi kamera saja tidak cukup,” ujar Thirumalai, seperti dikutip Drive, Senin waktu setempat.

Ia mengatakan kendaraan otonom harus mampu menghadapi berbagai situasi tanpa bergantung pada pengawasan manusia. Menurutnya, pengalaman operasional dalam skala besar menunjukkan bahwa sistem otonom membutuhkan lebih dari sekadar kemampuan kamera.

LiDAR dan Radar Melengkapi Kemampuan Kamera

Waymo menggunakan kamera untuk mengenali objek visual yang penting selama kendaraan beroperasi. Kamera membantu sistem membaca rambu lalu lintas serta mengenali warna lampu lalu lintas.

baca juga: Presiden Prabowo Resmikan Pabrik BYD di Subang Pekan Ini

LiDAR memiliki fungsi berbeda karena menggunakan laser untuk memetakan lingkungan dalam bentuk tiga dimensi. Teknologi tersebut dapat membantu kendaraan memperkirakan posisi objek dengan tingkat presisi tinggi, termasuk dalam kondisi pencahayaan rendah.

Sementara itu, radar memberikan kemampuan tambahan ketika kendaraan menghadapi kondisi cuaca tertentu. Sensor tersebut dapat membantu mendeteksi lingkungan ketika hujan atau kabut mengurangi kemampuan sensor visual.

Pendekatan tersebut dikenal sebagai sensor fusion, yaitu penggabungan data dari beberapa jenis sensor untuk membangun pemahaman yang lebih komprehensif mengenai kondisi di sekitar kendaraan.

Waymo Sindir Pendekatan Pengembangan Tesla

Thirumalai tidak menyebut Tesla secara langsung ketika membandingkan pendekatan pengembangan kendaraan otonom. Namun, pernyataannya berkaitan erat dengan strategi Tesla yang mengembangkan sistem bantuan pengemudi menuju kemampuan berkendara yang semakin otonom.

Waymo menilai kendaraan otonom seharusnya mampu mengambil tanggung jawab penuh atas aktivitas mengemudi. Perusahaan juga menganggap pengujian dengan pengawasan manusia tidak sepenuhnya menggambarkan tingkat kematangan sistem otonom.

“Pengoperasian kendaraan yang aman dan sepenuhnya otonom dalam skala besar membutuhkan lebih dari itu,” kata Thirumalai.

Ia juga menilai simulasi dan perjalanan dengan pengawasan manusia belum memberikan gambaran lengkap mengenai kemampuan sistem. Menurutnya, kendaraan akan menghadapi tantangan berbeda ketika sistem harus bertanggung jawab penuh terhadap setiap keputusan berkendara.

Waymo Lebih Dulu Mengoperasikan Robotaxi

Perbedaan strategi tersebut terlihat dari pengalaman operasional kedua perusahaan. Waymo telah mengembangkan layanan robotaxi dan mengoperasikan kendaraan tanpa pengemudi di sejumlah kota di Amerika Serikat.

Tesla memasuki tahap berbeda melalui pengembangan Full Self-Driving Supervised atau FSD. Sistem tersebut mulai tersedia bagi pelanggan Tesla di Australia pada tahun sebelumnya, sementara pengembangan layanan Robotaxi Tesla masih berada dalam tahap awal.

Uji coba Robotaxi Tesla antara lain berlangsung di Austin, Texas. Sejumlah kendaraan dalam pengujian tersebut juga masih menggunakan pengemudi keselamatan untuk memantau kinerja sistem.

Perbedaan tingkat operasional tersebut menjadi faktor penting ketika membandingkan teknologi kedua perusahaan. Waymo memiliki pengalaman lebih panjang dalam menjalankan layanan kendaraan otonom tanpa pengemudi di lingkungan tertentu.

Data Keselamatan Tesla dan Waymo Perlu Dibaca dengan Konteks

Data yang dilaporkan pada 2025 menunjukkan Tesla mencatat sekitar satu tabrakan untuk setiap 100.000 kilometer perjalanan robotaxi. Sementara itu, Waymo mencatat sekitar satu tabrakan untuk setiap 160.000 kilometer.

Angka tersebut sekilas menunjukkan perbedaan performa keselamatan antara kedua sistem. Namun, data itu tidak dapat digunakan sebagai perbandingan langsung tanpa mempertimbangkan karakteristik pengujian masing-masing perusahaan.

Tesla dan Waymo menjalankan kendaraan dalam kondisi, wilayah, sistem, serta tahapan pengembangan yang berbeda. Pengujian Tesla juga terus mengalami perubahan seiring perusahaan meningkatkan kemampuan perangkat lunaknya.

Karena itu, angka kecelakaan perlu dibaca bersama konteks operasional, tingkat keterlibatan manusia, jenis jalan, kondisi lalu lintas, serta definisi insiden yang digunakan masing-masing perusahaan.

Australia Belum Mengizinkan Kendaraan Otonom Penuh

Perkembangan teknologi kendaraan otonom juga menghadapi tantangan regulasi di Australia. Saat ini, kendaraan yang sepenuhnya otonom seperti robotaxi Waymo belum dapat beroperasi secara bebas di jalan umum negara tersebut.

Kondisi tersebut berpotensi berubah seiring meningkatnya minat terhadap teknologi kendaraan otonom. Waymo diketahui aktif melakukan pendekatan kepada pemerintah Australia untuk membuka peluang pengoperasian kendaraan tanpa pengemudi.

Jika regulasi memberikan ruang bagi kendaraan otonom penuh, Australia dapat menjadi salah satu pasar baru bagi Waymo. Perusahaan tetap perlu membuktikan bahwa teknologi tersebut memenuhi standar keselamatan dan persyaratan hukum setempat.

Perdebatan antara pendekatan Waymo dan Tesla pada akhirnya menunjukkan bahwa pengembangan kendaraan otonom tidak hanya bergantung pada perangkat keras atau jumlah sensor. Kemampuan perangkat lunak, kualitas data, pengujian dunia nyata, sistem keselamatan, dan regulasi juga menjadi bagian penting dari perjalanan menuju otonomi penuh.

baca juga: China berlakukan masa jeda layanan robotaxi imbas insiden mogok massal

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

game perubahan gaya bermain pemain di era multiplayer modern