ltcreno.com –Presiden Prancis, Emmanuel Macron, pada hari Selasa mengumumkan pembentukan komite bersama Prancis-Palestina. Komite ini fokus pada aspek hukum, konstitusional, dan kelembagaan untuk memperkuat fondasi negara Palestina. Dalam konferensi pers bersama Presiden Palestina Mahmoud Abbas di Paris, Macron menyatakan, “Komite ini akan berkontribusi menyusun konstitusi baru berdasarkan rancangan Presiden Abbas.” Tujuannya adalah memenuhi seluruh prasyarat bagi terbentuknya Negara Palestina yang layak.
Macron juga menyampaikan peringatan keras kepada Israel. Ia menegaskan, Prancis dan mitra Eropanya akan merespons keras jika Israel melanjutkan aneksasi Tepi Barat. Ia menyebut setiap bentuk aneksasi sebagai “garis merah.” Presiden Prancis itu mengkritik keras peningkatan kekerasan di wilayah tersebut. Ia menambahkan, “Teror pemukim dan percepatan pembangunan permukiman telah mencapai rekor tertinggi.” Tindakan ini, katanya, mengancam stabilitas Tepi Barat dan melanggar hukum internasional. tetap teguh pada solusi dua negara.
“Pembersihan Bom di Gaza Bisa Makan Waktu 30 Tahun”
Prancis Bantuan Kemanusiaan 100 Juta Euro dan Peran di Gaza
Selain inisiatif politik, Prancis juga meningkatkan bantuan kemanusiaan untuk Gaza. akan menyalurkan 100 juta euro pada tahun 2025. Bantuan ini mencakup pengiriman makanan tambahan untuk anak-anak, obat-obatan, dan peralatan medis. Macron menekankan, bantuan ke Gaza harus dilakukan dengan aman di bawah koordinasi PBB. Hal ini harus sesuai dengan hukum kemanusiaan internasional.
Paris berkomitmen membantu pemulihan sektor kesehatan Gaza. Upaya ini dilakukan melalui kerja sama dengan Badan Pembangunan Prancis (AFD). Komite Palang Merah Internasional (ICRC) juga akan dilibatkan. Prancis juga akan berpartisipasi dalam Konferensi Rekonstruksi Kairo. Macron menambahkan, stabilisasi Gaza memerlukan kehadiran kembali aparat keamanan Otoritas Palestina. siap memperkuat kapasitas keamanan Palestina. Ini akan dilakukan melalui misi Uni Eropa. Prancis berencana mengirim lebih dari 100 anggota gendarmerie Prancis. Langkah ini menunjukkan komitmen konkret Paris terhadap stabilitas regional.
Prancis : Langkah Diplomatik Baru untuk Masa Depan Palestina yang Berdaulat
Pembentukan komite bersama Prancis-Palestina ini adalah langkah diplomatik signifikan. Komite bertujuan memberi dukungan konkret pada upaya pembangunan negara Palestina. Fokus pada kerangka hukum dan kelembagaan penting bagi kedaulatan masa depan. Sementara itu, peringatan Macron tentang aneksasi menegaskan posisi Eropa. Mereka menentang tindakan unilateral Israel. Pendirian ini mendukung pemeliharaan prospek solusi dua negara. Komitmen Prancis untuk bantuan kemanusiaan dan keamanan di Gaza melengkapi pendekatannya. Ini menunjukkan Prancis memainkan peran kunci dalam upaya perdamaian dan stabilitas di Timur Tengah.
Abbas Apresiasi Gencatan Senjata dan Desak Pengakuan Penuh 160 Negara
Presiden Palestina Mahmoud Abbas memuji negara-negara kunci atas peran mereka dalam stabilitas regional. Ia menghargai upaya tanpa henti Mesir, Qatar, dan Turkiye. Upaya ini penting dalam memperkuat gencatan senjata dan mendukung operasi kemanusiaan. Abbas mengungkapkan hal ini dalam sebuah pertemuan diplomatik.
Abbas kemudian menyoroti dukungan internasional yang semakin luas. Ia menyatakan bahwa 160 negara kini telah mengakui Palestina sebagai sebuah negara. Angka ini mencerminkan peningkatan legitimasi global. Presiden Palestina itu mendesak negara-negara yang belum mengakui Palestina agar segera bertindak. Ia juga menegaskan pandangan politiknya tentang Gaza. Gaza merupakan bagian tak terpisahkan dari Negara Palestina. Wilayah tersebut harus berada di bawah kedaulatan Otoritas Palestina.
Menutup pernyataannya, Abbas menegaskan kesiapan Palestina untuk bekerja sama. Pihaknya siap berkolaborasi dengan seluruh mitra internasional. Ini termasuk Amerika Serikat dan Prancis. Tujuannya adalah melanjutkan upaya perdamaian. Upaya tersebut harus didukung oleh jaminan internasional yang jelas. Penekanannya pada jaminan menunjukkan kebutuhan akan proses damai yang adil dan terstruktur. Ini adalah kunci menuju masa depan Palestina yang berdaulat.
“BLTS Cair 20 Oktober 2025, 35 Juta Keluarga Terima Bantuan”




Leave a Reply