ltcreno.com –Seorang pejabat Hamas senior Hamas menegaskan kelompoknya tidak akan berpartisipasi dalam penandatanganan resmi perjanjian damai Gaza di Mesir. Pernyataan ini muncul setelah adanya kesepakatan awal yang diumumkan oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump, yang menengahi upaya perdamaian antara Israel dan kelompok perlawanan Palestina tersebut.
“Baca juga : Pemerintah Bali hentikan Izin Hotel Baru di Lahan Produktif”
Pejabat Hamas Nilai Mediasi Damai Gaza Efektif Lewat Qatar dan Mesir
Menurut pejabat Hamas, Hossam Badran, peran mediator seperti Qatar dan Mesir dinilai lebih efektif menjaga komunikasi selama negosiasi damai Gaza.
Ia menilai keterlibatan langsung Hamas dalam penandatanganan resmi tidak diperlukan karena substansi kesepakatan sudah diwakili melalui jalur diplomatik.
Badran menegaskan Hamas tetap berkomitmen terhadap kesepakatan damai Gaza di Mesir, namun menolak tekanan politik dari pihak luar.
“Kami menghormati setiap upaya perdamaian, tetapi keputusan akhir harus mencerminkan kepentingan rakyat Palestina,” ujarnya.
Hamas Siap Hadapi Eskalasi Jika Kesepakatan Damai di Mesir Gagal
Badran juga menyatakan bahwa Hamas siap menghadapi kemungkinan gagal diterapkannya kesepakatan damai Gaza.
Ia menegaskan pasukan perlawanan Palestina akan menggunakan seluruh kemampuan untuk mempertahankan wilayah jika agresi Israel kembali terjadi.
“Kami berharap tidak akan kembali berperang. Namun, rakyat Palestina siap menghadapi setiap bentuk agresi,” tegasnya.
Pengamat Timur Tengah menilai langkah Hamas menolak menghadiri penandatanganan resmi merupakan sinyal kehati-hatian politik.
Sikap ini sekaligus menegaskan posisi independen Hamas dalam proses perdamaian Gaza.
Donald Trump Terbang ke Israel dan Mesir Hadiri Seremoni Kesepakatan Damai Gaza
Mantan Presiden AS Donald Trump dijadwalkan melakukan kunjungan diplomatik ke Israel dan Mesir pada akhir pekan ini.
Kunjungan ini dilakukan setelah tercapainya kesepakatan gencatan senjata Gaza antara Israel dan Hamas.
Menurut laporan The Washington Times, Trump akan berpidato di parlemen Israel, Knesset, sebelum melanjutkan perjalanan ke Mesir.
Di Kairo, ia dijadwalkan menghadiri seremoni penandatanganan resmi perjanjian damai Gaza.
“Saya akan pergi ke Israel. Saya akan berpidato di Knesset lebih awal, lalu ke Mesir. Mereka luar biasa,” kata Trump kepada wartawan di Gedung Putih.
Lawatan tersebut diharapkan memperkuat proses perdamaian Timur Tengah, meski sejumlah pengamat menilai implementasi di lapangan akan menjadi tantangan utama.
“Baca juga : KAJ 2025 Salurkan Bantuan untuk Anak Usia Dini, Ini Daftarnya”




Leave a Reply