ltcreno.com – Kluivert Dikritik kembali menjadi sorotan setelah gagal membawa Timnas Indonesia melaju dari fase keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia. Kekalahan dari Irak menjadi titik balik munculnya kritik keras dari media Belanda yang menilai kinerja pelatih asal Negeri Kincir Angin itu belum layak untuk level internasional. Sorotan tajam datang dari pengamat sepak bola ternama, Valentijn Driessen, yang menilai Kluivert tidak mampu memaksimalkan potensi besar skuad Garuda.
“Baca juga : Samsung Galaxy S25 FE, Fitur AI Premium ke Pasar Mid-Range”
Dikritik Media Belanda Nilai Timnas Indonesia Gagal Manfaatkan Kualitas Pemain
Dalam laporannya, media olahraga Voetbal Primeur menyoroti pernyataan Driessen yang menganggap Indonesia sebenarnya memiliki kualitas lebih baik dari Irak. Ia menilai komposisi pemain yang banyak diisi oleh pemain keturunan Belanda seharusnya memberi keuntungan bagi tim. Namun, performa yang ditunjukkan di lapangan justru di bawah ekspektasi.
“Meski banyak sosok asal Belanda di semua level staf dan skuad, mereka disingkirkan Irak,” ujar Driessen dikutip dari Voetbal Primeur. Ia menambahkan bahwa hasil buruk ini memperlihatkan kegagalan strategi dan manajemen tim.
Dinilai Tak Layak dan Masa Depan Kluivert di Timnas Indonesia
Driessen menilai kekalahan ini bisa menjadi “hari perhitungan” bagi Kluivert dan stafnya di Timnas Indonesia. Ia memperingatkan bahwa mayoritas staf asal Belanda kemungkinan akan segera dipulangkan dari Jakarta dengan label “tidak layak”. Kritik tersebut menjadi alarm bagi PSSI untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja pelatih dan tim pelatih asing.
Ke depan, langkah PSSI menentukan arah pembinaan Timnas akan menjadi ujian serius. Konsistensi dalam membangun skuad, pemilihan strategi, serta peningkatan kualitas kompetisi domestik akan sangat menentukan keberhasilan Indonesia di ajang internasional berikutnya.
Kluivert Dikritik Dinilai Tak Layak Latih Indonesia Deretan Staf Asal Belanda di Balik Timnas Indonesia di Era Kluivert
Kehadiran Patrick Kluivert sebagai pelatih kepala Timnas Indonesia turut membawa sejumlah figur asal Belanda ke jajaran staf kepelatihan. Langkah ini dilakukan untuk membangun sistem pelatihan modern dan berstandar Eropa, sejalan dengan ambisi PSSI meningkatkan prestasi Garuda di kancah internasional. Namun, setelah hasil mengecewakan di Kualifikasi Piala Dunia 2026, keberadaan mereka kini turut menjadi sorotan publik dan media asing.
Dalam struktur tim, Alex Pastoor dan Denny Landzaat bertugas sebagai asisten pelatih yang membantu Kluivert dalam penyusunan strategi dan latihan taktik. Di posisi strategis lainnya, Alexander Zwiers menjabat sebagai direktur teknik yang bertanggung jawab atas pengembangan jangka panjang program sepak bola nasional. Jordi Cruijff, putra legenda Johan Cruijff, berperan sebagai penasihat teknik dengan fokus pada filosofi permainan dan pembinaan usia muda.
Selain itu, Simon Tahamata dipercaya sebagai kepala pemandu bakat yang bertugas memantau talenta lokal dan diaspora Indonesia di Eropa. Gerald Vanenburg, mantan pemain Timnas Belanda, menempati posisi asisten teknik serta sempat menangani Timnas Indonesia U-23. Nama-nama lain yang ikut memperkuat struktur kepelatihan antara lain Regi Blinker, Sjoerd Woudenberg, Tom Stevens, dan Jordy Kluitenberg yang berperan di bidang analisis, kebugaran, serta manajemen tim.
“Baca juga : SPHP Jagung Bergulir, Harga untuk Peternak Rp 5.500 per Kg”




Leave a Reply