ltcreno.com – Hamas Rilis Video: Badan Pertahanan Sipil Gaza melaporkan sedikitnya 45 orang tewas akibat serangan udara Israel pada Minggu (19/10/2025). Serangan itu terjadi saat gencatan senjata antara Israel dan Hamas baru berlangsung sembilan hari. Aksi tersebut kembali mengguncang situasi kemanusiaan di Jalur Gaza yang masih rapuh setelah berbulan-bulan konflik.
Militer Israel mengklaim bahwa serangan tersebut menargetkan “puluhan titik operasi Hamas” di beberapa wilayah Gaza. Namun, laporan dari rumah sakit menunjukkan sebagian besar korban adalah warga sipil, termasuk perempuan dan anak-anak. Empat rumah sakit di Gaza mengonfirmasi kepada AFP bahwa mereka telah menerima puluhan jenazah dan korban luka akibat serangan itu.
“Baca juga : Menlu Jerman Tegaskan Dukung Israel Saat Kunjungan ke Jakarta”
Israel dan Hamas Saling Tuduh Langgar Gencatan Senjata Lagi
Pihak militer Israel menyebut Hamas lebih dulu melanggar perjanjian gencatan senjata dengan melancarkan serangan roket ke wilayah selatan Israel. Namun, Hamas membantah tudingan itu dan merilis video yang menampilkan pasukan Israel melakukan serangan di wilayah Gaza. Hamas menegaskan bahwa pihaknya hanya mempertahankan diri dari serangan udara yang datang lebih dulu.
Situasi ini memperlihatkan rapuhnya implementasi perjanjian gencatan senjata yang ditengahi oleh Mesir dan Amerika Serikat. Meski kesepakatan tersebut bertujuan untuk membuka jalur bantuan kemanusiaan dan memulihkan layanan publik di Gaza, kekerasan yang terus terjadi membuat upaya pemulihan semakin sulit.
Krisis Kemanusiaan Gaza Memburuk di Tengah Upaya Perdamaian
Serangan terbaru ini menambah jumlah korban jiwa yang terus meningkat sejak gencatan senjata diberlakukan. Badan Kesehatan Dunia (WHO) mencatat, lebih dari 30 persen fasilitas medis di Gaza kini tidak berfungsi akibat kerusakan dan kekurangan pasokan. Ribuan warga terpaksa mengungsi ke sekolah dan bangunan publik yang dijadikan tempat penampungan sementara.
Pemerhati HAM internasional menyerukan agar kedua pihak menghormati kesepakatan gencatan senjata dan memprioritaskan perlindungan warga sipil. Mereka juga mendesak Dewan Keamanan PBB untuk turun tangan mendorong penghentian serangan lebih lanjut dan memastikan jalur kemanusiaan tetap terbuka.
Jika serangan berlanjut, para analis memperkirakan situasi Gaza dapat kembali ke titik krisis seperti sebelum kesepakatan damai dicapai.
Serangan Udara Israel di Gaza Tengah Tewaskan Puluhan Warga Sipil
Serangan udara Israel kembali mengguncang wilayah Gaza tengah pada Minggu (19/10/2025), menewaskan puluhan warga sipil dan melukai puluhan lainnya. Data terbaru dari sejumlah rumah sakit menunjukkan, sedikitnya 45 orang meninggal akibat gempuran yang terjadi di beberapa titik, termasuk kawasan permukiman padat penduduk dan kamp pengungsi.
Rumah Sakit Al-Awda di Nuseirat melaporkan 24 korban tewas dan 73 luka-luka akibat beberapa serangan di wilayah Gaza tengah. Rumah Sakit Al-Aqsa di Deir al-Balah menerima 12 korban tewas setelah pemboman di dekat kompleks medis tersebut. Sementara itu, Rumah Sakit Nasser di Khan Yunis mencatat lima korban tewas, dan Rumah Sakit Al-Shifa di Kota Gaza mengonfirmasi empat korban meninggal dunia.
“Baca juga : Warga Israel Tolak Pendudukan Gaza, Desak Netanyahu Mundur”




Leave a Reply