Target Ekonomi 8 Persen Prabowo Butuh Investasi Rp 13.032 Triliun hingga 2029
Pemerintah Indonesia menargetkan pertumbuhan ekonomi mencapai 8 persen dalam beberapa tahun mendatang sebagai bagian dari agenda pembangunan nasional di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto. Untuk merealisasikan target ambisius tersebut, kebutuhan investasi nasional diperkirakan mencapai lebih dari Rp13.000 triliun dalam periode 2025 hingga 2029.
Baca Juga “Antisipasi Gejolak Ekonomi, Perdagangan Berjangka Jadi Alternatif Investasi“
Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Rosan Roeslani menyampaikan bahwa total kebutuhan investasi selama lima tahun tersebut mencapai Rp13.032,87 triliun. Angka itu mencerminkan peningkatan yang sangat besar dibandingkan dengan realisasi investasi Indonesia dalam satu dekade terakhir.
Dalam rapat kerja bersama Komisi XII DPR RI di Kompleks Parlemen Jakarta pada Senin, 15 Juni 2026, Rosan menjelaskan bahwa target investasi tersebut meningkat sekitar 143 persen dibandingkan capaian investasi selama 10 tahun sebelumnya.
Menurut Rosan, besarnya kebutuhan investasi tersebut sejalan dengan target pertumbuhan ekonomi sebesar 8 persen yang telah ditetapkan oleh Presiden Prabowo. Oleh karena itu, pemerintah perlu mendorong peningkatan investasi dari berbagai sektor strategis untuk memperkuat kapasitas ekonomi nasional.
Pemerintah Kejar Investasi Berkualitas untuk Perkuat Ekonomi Nasional
Rosan menegaskan bahwa strategi pemerintah bukan hanya mengejar nilai investasi dalam jumlah besar. Pemerintah juga menaruh perhatian pada kualitas investasi agar manfaatnya dapat dirasakan secara luas oleh masyarakat.
Investasi yang masuk diharapkan mampu mendorong industrialisasi, memperkuat ekonomi daerah, meningkatkan daya saing nasional, dan menciptakan lebih banyak kesempatan kerja.
Ia menjelaskan bahwa akselerasi realisasi investasi menjadi faktor penting karena investasi tidak hanya dilihat dari komitmen atau nilai proyek yang diumumkan. Pemerintah juga mengutamakan implementasi nyata sehingga memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.
Pendekatan investasi berkualitas juga sejalan dengan agenda hilirisasi industri yang menjadi salah satu strategi pemerintah untuk meningkatkan nilai tambah sumber daya alam dalam negeri.
Realisasi Investasi Triwulan I 2026 Capai Rp498,8 Triliun
Di tengah tantangan geopolitik dan perlambatan ekonomi global, Indonesia masih mencatat kinerja investasi yang positif pada awal 2026.
Rosan mengungkapkan bahwa realisasi investasi sepanjang triwulan pertama 2026 mencapai Rp498,8 triliun atau sekitar 24,4 persen dari target investasi nasional tahun 2026 yang sebesar Rp2.041,3 triliun.
Dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, realisasi tersebut mengalami pertumbuhan sekitar 7,2 persen. Peningkatan investasi itu juga memberikan dampak terhadap penciptaan lapangan kerja dengan menyerap sekitar 700 ribu tenaga kerja langsung.
Capaian tersebut menunjukkan bahwa Indonesia masih memiliki daya tarik sebagai tujuan investasi di tengah kondisi ekonomi global yang penuh ketidakpastian, termasuk pengaruh ketegangan geopolitik dan perubahan dinamika perdagangan internasional.
Investasi Menjadi Kunci Mencapai Target Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen
Pertumbuhan ekonomi sebesar 8 persen membutuhkan dukungan dari berbagai faktor, seperti peningkatan investasi, produktivitas industri, pengembangan teknologi, serta penguatan sektor usaha dalam negeri.
Investasi memiliki peran penting karena dapat mendorong pembangunan infrastruktur, memperluas kapasitas produksi, mempercepat transfer teknologi, dan membuka lapangan pekerjaan baru.
Dengan kebutuhan investasi mencapai Rp13.032,87 triliun hingga 2029, pemerintah akan menghadapi tantangan besar dalam menjaga iklim usaha yang kompetitif dan menarik minat investor domestik maupun asing.
Ke depan, keberhasilan mencapai target ekonomi 8 persen tidak hanya ditentukan oleh jumlah modal yang masuk, tetapi juga bagaimana investasi tersebut mampu menciptakan nilai tambah, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta memperkuat fondasi ekonomi Indonesia secara berkelanjutan.
Baca Juga “Bupati Safaruddin: Sensus Ekonomi 2026 Adalah Investasi Informasi Abdya“




Leave a Reply