ltcreno.com –Kepala Riset Phintraco Sekuritas, Ratna Lim, memproyeksikan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akan menguat. Penguatan ini diperkirakan terjadi pada perdagangan Selasa. Sentimen positif berasal dari faktor domestik dan global. Dari dalam negeri, Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) menguat signifikan. IKK melonjak dari 115 di September 2025 menjadi 121,2 di Oktober 2025. Level ini adalah yang tertinggi sejak April 2025. “Kenaikan ini mengindikasikan masyarakat lebih optimis dengan kondisi ekonomi saat ini dan masa depan,” jelas Ratna.
“Indonesia Hadapi Tantangan Proyek Infrastruktur Bawah Tanah”
Potensi Berakhirnya Government Shutdown AS Jadi Katalis Global
Sentimen global utama datang dari Amerika Serikat (AS). Senat AS dikabarkan mencapai kesepakatan untuk mengakhiri government shutdown. Shutdown ini telah berlangsung selama 40 hari. Durasi tersebut menjadikannya shutdown terlama dalam sejarah AS. Partai Demokrat dan Republik menyetujui paket pendanaan sementara. Pendanaan ini bertujuan membuka kembali pemerintahan hingga Januari 2026. Kesepakatan ini memberi optimisme kepada investor. Shutdown yang berkepanjangan sempat mengganggu aktivitas ekonomi. Sektor-sektor utama seperti perjalanan udara terkena dampaknya.
Proyeksi Teknikal dan Level Kritis IHSG
Menurut analisis teknikal, IHSG berpotensi mengalami minor pullback jangka pendek. Pullback ini bisa terjadi akibat aksi profit taking. Namun, Ratna Lim menegaskan kondisi bullish IHSG akan terus berlanjut. Syaratnya adalah IHSG harus mampu bertahan di atas level 8.300-8.340. Prospek berakhirnya shutdown AS sangat penting. “Investor juga khawatir akan dampak shutdown terhadap ekonomi dan pasar tenaga kerja,” kata Ratna. Berakhirnya kebuntuan ini akan memperbarui rilis data ekonomi. Laporan pekerjaan bulanan AS yang tertunda akan kembali dirilis. Ini akan menjadi panduan penting bagi investor global.
Bursa Global Kompak Menguat, Didorong Pencabutan Pembatasan Mineral China dan Rilis Data Eropa
Kawasan Asia menyumbang sentimen positif bagi pasar. China mencabut sejumlah pembatasan ekspor mineral penting. Material tanah jarang yang diekspor ke AS kini bebas hambatan. Langkah ini menjadi sinyal positif. Hal ini mengindikasikan kesepakatan dagang China-AS masih berlaku. Sementara itu, bursa saham global mencatatkan penguatan signifikan pada perdagangan Senin (10/11). Wall Street kompak ditutup menguat. Indeks Dow Jones Industrial Average naik 0,81 persen. Indeks S&P 500 melonjak 1,54 persen. Indeks Nasdaq Composite memimpin penguatan dengan kenaikan 2,20 persen.
Bursa saham Eropa juga mengikuti tren positif ini. Euro Stoxx 50 menguat 1,71 persen. Indeks DAX Jerman naik 1,65 persen. Indeks FTSE 100 Inggris menguat 1,08 persen. Indeks CAC Prancis juga naik 1,32 persen. Penguatan pasar ini menunjukkan optimisme investor. Optimisme ini muncul di tengah kabar baik dari China.




Leave a Reply