Hilang Sejak Demo 29 Agustus, Kerangka Reno-Farhan Ditemukan

Hilang Sejak Demo 29 Agustus, Kerangka Reno-Farhan Ditemukan

•

ltcreno.com –Hilang Sejak Demo 29 Agustus, Misteri hilangnya dua demonstran sejak aksi protes 29 Agustus 2025 akhirnya terkuak. Reno Syahputradewo (24) dan Muhammad Farhan Hamid (23) dipastikan meninggal dunia. Kerangka mereka ditemukan di puing-puing Gedung Astra Credit Companies (ACC) Kwitang, Jakarta Pusat. Gedung itu terbakar hebat saat kerusuhan di akhir Agustus. Penemuan tragis ini terjadi pada 30 Oktober 2025 oleh pekerja bangunan. Para pekerja sedang merenovasi lantai dua gedung yang telah lama kosong. Tulang-belulang korban ditemukan hangus. Kondisinya tertimpa reruntuhan plafon dan sisa material kebakaran..

“Komandan KKB Jayainus Pogau Ditangkap Aparat Keamanan”


Proses Forensik Konfirmasi Identitas Korban Hilang

Polres Metro Jakarta Pusat segera bergerak melakukan investigasi. Polisi mengambil sampel DNA dari keluarga kedua demonstran tersebut. KontraS sebelumnya telah melaporkan hilangnya dua pemuda ini. Setelah proses forensik intensif di RS Polri Kramat Jati, identitas kerangka terkonfirmasi. Brigjen Pol Sumy Hastry Purwanti, Kepala Biro Laboratorium dan Dokkes Polri, mengumumkan hal ini pada 7 November 2025. Hasil forensik menunjukkan waktu kematian telah terjadi lebih dari satu bulan. Kedua jenazah ditemukan dalam kondisi tidak utuh. Mereka diduga meninggal akibat kebakaran hebat.


Menyoroti Dampak Kekerasan dan Perlindungan Hak Sipil

Konfirmasi kematian Reno dan Farhan mengakhiri masa penantian panjang keluarga. Tragedi ini menjadi sorotan serius terkait dampak kekerasan dalam aksi protes. Kasus ini juga menyoroti perlunya perlindungan hak sipil bagi peserta demo. Hilangnya warga negara saat demonstrasi adalah isu HAM yang mendesak. Temuan ini seharusnya mendorong evaluasi menyeluruh. Evaluasi itu menyangkut penanganan aksi massa oleh aparat dan otoritas terkait. Institusi seperti KontraS berperan penting mendampingi korban. Penting untuk memastikan kejadian serupa tidak terulang di masa depan.

Kontras Dan YLBHI Desak Polri: Kematian Reno-Farhan Diduga Kuat Terkait Penghilangan Paksa Aparat

Penemuan kerangka Reno Syahputradewo (24) dan Muhammad Farhan Hamid (23) menutup bab panjang pencarian. Namun, penemuan ini membuka bab baru tentang keadilan. Dua demonstran ini terakhir terlihat di sekitar Kwitang, Jakarta Pusat, saat demo ricuh 29 Agustus 2025. Farhan sempat terluka dan menerima bantuan oksigen. Ia kemudian dibawa ke RSPAD Gatot Subroto menggunakan ojek. Reno juga berpamitan menuju lokasi yang sama. Setelah itu, jejak keduanya hilang sepenuhnya. Aktivitas singkat di akun media sosial Farhan diduga kuat sebagai upaya pembajakan. Hal itu mungkin dilakukan pihak lain untuk mengaburkan jejak mereka.

Organisasi seperti KontraS dan YLBHI sejak awal menduga keras kasus ini. Mereka menduga kematian Reno dan Farhan berkaitan dengan penghilangan paksa oleh aparat keamanan. KontraS mencatat aksi unjuk rasa nasional akhir Agustus sangat brutal. Ada lebih dari 3.000 orang ditangkap, 1.042 luka-luka, dan 10 tewas. Koordinator KontraS, Dimas Bagus Arya, menuduh aparat menahan demonstran secara incommunicado. Penahanan itu tanpa akses komunikasi atau pendampingan hukum. “Aparat kepolisian telah melakukan penyembunyian nasib,” tegas Dimas. YLBHI menilai lambannya pengungkapan kasus menunjukkan konflik kepentingan di tubuh kepolisian. Wakil Ketua YLBHI, Arif Maulana, menyinggung kemungkinan keterlibatan aparat.

“KPK Tegaskan Penyelidikan Proyek Kereta Cepat Tetap Berjalan”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

game perubahan gaya bermain pemain di era multiplayer modern